Sosok Suami Anak Akidi Tio, Driver Taksol & Jarang Bergaul, Sebut Uang Rp 2 T Ada di Bank Singapura

Anak Akidi Tio, Heriyanti dan suaminya, Rudi Sutadi kini tengah menjadi sorotan. Rudi Sutadi ternyata bekerja sebagai driver taksol dan dikenal jarang bergaul. Terkait kabar kebohongan donasi uang Rp 2 triliun, Rudi menyebut uang tersebut berada di Bank Singapura.

Sumbangan uang Rp 2 triliun dari pengusaha Akidi Tio kini menuai kegaduhan. Publik dibuat heboh dengan kabar sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio yang disebut hoaks. Sebelumnya, Heriyanti anak bungsu mendiang Akidi Tio diperiksa di Polda Sumsel pada Senin (2/8/2021).

Heriyanti diperiksa kurang lebih selama delapan jam. Sang suami, Rudi Sutadi dan anaknya juga diperiksa pihak kepolisian. Pemeriksaan berakhir pada Senin (2/8/2021) malam.

Ketiganya diantar oleh polisi menuju kediamannya. Mereka tiba di kediaman pada pukul 22.16 WIB. Heriyanti dan keluarganya kini tengah menjadi sorotan, termasuk sang suami, Rudi Sutadi.

Rudi Sutadi sempat ikut diperiksa oleh Polda Sumsel terkait sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio. Ketua RT tempat tinggal keluarga Heriyanti, Fauzi Sayid menyebut, Rudi Sutadi bekerja sebagai driver taksi online. Pekerjaan itu dilakoni Rudi setelah usaha mereka bangkrut.

Rudi dan keluarganya pindah ke lingkungan tersebut sejak tahun 2008. Di awal kepindahan, Rudi Sutadi menjalankan bisnis ekspedisi. Rudi lalu bekerja sebagai driver taksi online selama lima tahun terakhir.

Rudi sempat memiliki dua unit mobil untuk menjalankan usahanya. "Kemudian usahanya gagal, setahu saya dia jadi driver taksi online," kata Fauzi, mengutip Fauzi mengaku tak heran dengan kabar kebohongan soal sumbangan Rp 2 triliun tersebut.

"Tak masuk akal, saya bingung. Rudi yang saya tahu sehari hari memang pernah usaha kemudian bangkrut dan sekarang jadi driver taksi online,” katanya. Heriyanti dan keluarganya dikenal jarang bergaul di kalangan warga sekitar. "Dua duanya tidak pernah ikut kegiatan warga sini. Seperti senam pagi, berinteraksi dengan warga lain pun tidak pernah,” imbuhnya.

Setelah dikabarkan bohong, Rudi Sutadi mengklaim uang tersebut akan dicairkan. Rudi mengatakan, uang Rp 2 triliun yang dijanjikan berada di Bank Singapura. "Ada uangnya di Bank Singapura, prosesnya panjang tidak bisa sekaligus, " kata Rudi, Senin (2/8/2021) malam, mengutip

Rudi meminta masyarakat untuk sabar menunggu proses pencairan tersebut. "Macam macam omongan yang masuk ke saya, tapi yang penting realitanya." "Jadi tunggu saja, orang orang harus sabar soalnya yang dicairkan ini jumlahnya banyak, jadi tak bisa sekaligus, " katanya.

Heriyanti sempat disebutkan ditetapkan menjadi tersangka. Ia diduga membuat kebohongan terkait dana Rp 2 triliun dari Akidi Tio sang ayah. Hal ini disampaikan oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Ratno sempat menyebut Heriyanti jadi tersangka dan dikenakan Pasa 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong. Namun, pernyataan lain disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi. Supriadi membantah Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka.

Heriyanti diundang untuk dimintai keterangan terkait bantuan tersebut. "Tidak ada prank. Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda." "Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap, kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro," kata Supriadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021), mengutip Kompas.com.

Uang Rp 2 triliun dijanjikan cair Senin (2/8/2021) lewat bilyet giro. Namun hingga Senin malam polisi belum melihat bilyet tersebut. Heriyanti lalu menjanjikan sumbangan Rp 2 triliun cair pada Selasa (3/8/2021).

"Jika pun tidak cair tidak masalah, besok (Selasa) akan diperiksa lagi karena masih dalam tahap pemeriksaan," kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Sialagan, Senin (2/8/2021) malam. Berita lain kasus

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.