Cara Mencegah Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Ini Alasan Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan

Berikut cara mencegah ular masuk rumah saat musim hujan dan alasan ular kobra muncul di musim penghujan. Beberapa waktu lalu, pemukiman masyarakat digemparkan dengan penemuan ular pada saat musim hujan. Fenomena tersebut membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.

Lalu, bagaimana cara mencegah ular masuk rumah saat musim hujan? Menjaga kebersihan pekarangan rumah adalah salah satu cara untuk menghindari ular masuk ke rumah. “Gunakan pembersih lantai dengan aroma yang menyegat karena ular tidak suka dengan bau yang tajam,” ucap peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy, dikutip dari .

Selain itu juga hindari meninggalkan sampah bekas makanan di rumah. “Sampah ini dapat mengundang tikus yang merupakan salah satu mangsa ular,” jelasnya. Ia juga mengingatkan untuk selalu membersihkan rumah dari tumpukan barang barang, termasuk perkarangan rumah dari tumpukan daun daun kering atau material yang menumpuk.

“Tempat tempat itu dapat menjadi tempat persembunyian ular.” Amir menjelaskan, prinsip pengendalian populasi ular tentunya perlu memperhatikan keseimbangan ekosistem sehingga tidak menimbulkan permasalahan ekologi. Ular kobra atau disebut juga ular sendok adalah jenis ular berbisa dari suku Elapidae. Ular jenis ini disebut dengan ular sendok karena apabila merasa terganggu atau merasa terancam oleh musuhnya, ular ini dapat menegakkan dan memipihkan lehernya dan melengkung menyerupai sendok.

Selaun itu, ular kobra juga memiliki kemampuan menyemprotkan bisa (venom). Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy mengungkapkan, terdapat dua jenis ular kobra di Indonesia. “Kobra sumatra atau Naja sumatrana yang terdapat di Sumatra dan Kalimantan serta kobra jawa atau Naja sputarix yang terdistribusi di Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Rinca, Sumbawa, dan Flores,” ujar Amir. Contoh habitat yang dihuni oleh ular kobra jawa adalah perbatasan hutan yang terbuka, savana, persawahan, dan pekarangan.

Kobra jawa rata rata memiliki ukuran 1,3 meter dan bisa mencapai panjang hingga 1,8 meter. Dalam sekali bertelur, induk betina ular kobra Jawa dapat menghasilkan 10 20 butir telur. Telur kobra tersebut diletakkan di lubang lubang tanah atau di bawah serasah daun kering yang lembab.

Kemudian, telur telur tersebut akan menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan. “Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami,” lanjut Amir. Amir menjelaskan, suhu ruangan hangat dan lembap cenderung disukai oleh ular untuk tempat menetaskan telur. Hampir semua jenis ular, termasuk induk ular kobra pada periode tertentu, akan meninggalkan telur telurnya dan membiarkan telur tersebut menetas sendiri.

“Begitu menetas, anakan kobra akan menyebar ke mana mana,” imbuhnya. Melalui taringnya, ular kobra melumpuhkan mangsanya dengan menggigit dan menyuntikkan bisa pada hewan tangkapan. Bisa tersebut melumpuhkan saraf dan otot mangsa hanya dalam beberapa menit.

“Meskipun masih bayi, ular kobra sudah memiliki kelenjar bisa yang mampu menghasilkan bisa dan berbahaya bagi manusia,” terang Amir. Untuk keamanan manusia, pemindahan ular bisa dilakukan dengan pendampingan dari petugas yang berwenang dan memiliki pengetahuan untuk menangani ular berbisa. “Jika terjadi kasus gigitan ular kobra, maka penanganannya dapat mengikuti petunjuk terbaru dari WHO tentang Managemen Kasus Gigitan Ular. Antibisa kobra jawa sudah tersedia di Indonesia, sehingga masyarakat dapat memastikan ketersediaan tersebut dengan mengetahui letak rumah sakit terdekat yang memiliki stok antibisa,” tutup Amir.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.