Bupati Jayapura: PON XX Papua Harus Sukses, Satu Indikatornya Tak Boleh Ada Kasus Covid-19 di Venue

– Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di masa pandemi Covid 19 menjadi tugas berat bagi panitia acara. Sebab panitia harus memastikan berjalannya pesta olahraga terbesar Indonesia ini dengan lancar dan bebas dari penularan virus corona. Mathius Awoitauw, Bupati Kabupaten Jayapura menyampaikan komitmennya untuk memastikan PON XX Papua berjalan sukses, diantaranya mencanangkan 4+1 sukses

“Kami sudah komit bahwa PON ini harus sukses. Salah satu indikatornya adalah di venue PON ini tidak boleh ada kasus,” kata Mathius pada konferensi pers, Jumat (8/10/2021). Adapun 4 sukses yang menjadi acuan penyelenggaraan PON XX Papua ini adalah sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, dan sukses ekonomi. Khusus di Kabupaten Jayapura, Mathius menambahkan satu komponen sukses lagi yang menjadi indikator pada PON XX Papua, yakni sukses terbebas dari penularan Covid 19.

“Di Kabupaten Jayapura kita tambah satu lagi, sukses bebas Covid 19. Itu terus kita galakan dengan semua sumber daya yang ada,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, Papua menjadi provinsi yang pertama atau pioneer dalam menyelenggarakan ajang olahraga skala nasional di Indonesia dan terbesar kedua setelah Olimpiade Tokyo Jepang. Dengan adanya perhelatan akbar yang berlangsung sejak 2 15 Oktober 2021 mendatang, tentu membuat banyak mata tertuju kepada Bumi Cendrawasih, lewat media nasional maupun media asing.

Bupati Jayapura mengatakan meningkatnya kasus covid 19 di Indonesia pada bulan Juni Juli sempat membuat panitia ragu apakah penyelenggaraan PON Papua dapat berjalan nantinya. Namun, dengan koordinasi yang baik antara sejumlah pihak lainnya, baik pemerintah pusat, TNI, Polri, dengan penuh keyakinan hingga kini PON dapat terselenggara dengan lancar. Sukses vaksinasi menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan PON Papua.

Tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga paguyuban nusantara yang ada di Papua turut dilibatkan dalam sosialisasi untuk menyukseskan PON Papua. “Jika ingin menjadi tuan rumah yang baik, maka tidak menimbulkan hal hal yang mengganggu pelaksanaan PON. Termasuk untuk keselamatan para atlet,” ujarnya. Perhelatan kompetisi olahraga skala nasional ini akan menjadi acuan (benchmark) provinsi–provinsi lain dalam hal penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid 19, jika ingin menyelenggarakan pertandingan atau event event besar lainnya.

Bahkan, even PON XX Papua ini bukan tidak mungkin juga akan menjadi contoh atau referensi bagi negara lain jika ingin menyelenggarakan pertandingan dengan mengumpulkan masa yang cukup banyak. Hal ini mengingat, Covid 19 masih mewabah di seluruh dunia. “Kami sudah bertekad PON harus sukses, vaksinasi juga dilakukan dengan target 60 persen ke atas sudah kami canangkan agar PON bisa berlangsung dengan penonton, upaya prokes tetap kita lakukan,” ujarnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.